Tanpa aku mencari, cinta itu datang menghampiri
Tanpa aku mengerti cinta itu mengisi relung hatiku
Tapi tanpa aku tahu, cinta itu pergi meninggalkanku
Bersama kenangannya yang tersisa di sini
Yang hanya bisa ku nikmati setiap kali ku merindukannya
~ Kiss The Rain ~
Kenapa semua terjadi di saat aku masih ingin merasakan kebahagiaanku?
Victoria POV
Untuk pertama kalinya aku tersenyum ketika aku mendapatkan ujian terbesar dalam hidupku. Kenapa?? Sebenarnya aku juga ingin menangis, aku ingin berteriak, aku ingin marah pada Tuhan mengapa Dia memberiku ujian di tengah kebahagiaan yang sedang ku rasakan dengan keluargaku. Tapi aku tahu, jika aku menangis sampai menangis darah, jika aku berteriak sampai kerongkonganku mengering atau jika aku marah-marah dan mencaci maki Tuhan, semua itu tidak akan pernah bisa merubah kenyataan bahwa hidupku hanya bisa ku hitung dengan jari-jari tanganku. Dan aku hanya bisa berharap jika sebelum aku mengakhiri cerita hidupku ini, Tuhan berikan aku sebuah kebahagiaan yang bisa aku bawa ketika malaikat pencabut nyawa menjalankan tugasnya padaku kelak.
***
“Aku pulaaaang…” ucapku semangat saat aku sampai di rumah. Memakai sendal favoritku.
“Ah,,Qiannie, akhirnya kau pulang juga. Cepat ke sini, eomma sudah menyiapkan makanan kesukaanmu sayang” eomma memanggilku dari ruang makan.
Di sana sudah ada adikku yang bernama Meimei yang duduk manis di kursinya sambil menatap semua makanan yang eomma siapkan seolah dia sudah tidak sabar untuk segera menyantapnya.
“Eonni-ah, ppalli wa…aku sudah lapar nih. Dari tadi aku menunggumu pulang, eomma bilang aku tidak boleh makan dulu jika eonni belum pulang” ucap adikku tidak sabar.
“Ne..ne…arasso” jawabku pergi ke dapur untuk mencuci tanganku.
“Meimei-ah, aaa…” ucapku pada Meimei menyuruhnya membuka mulutnya.
“Ehm…eomma, samgyupsal buatan eomma memang paling enaaaaak di dunia, ia kan eonni??” Meimei memakan samgyupsal yang aku suapkan padanya.
“Um…samgyupsal eomma memang tidak akan pernah ada tandingannya” jawabku menyiapkan lagi samgyupsal untuk aku suapkan pada eomma.
“Eomma…sekarang giliranmu” Eomma membuka mulutnya dan memakan samgyupsal yang aku berikan.
“Gomawo Qiannie…” jawab Eomma tidak begitu jelas karna mulutnya sedang mengunyah.
Saat-saat seperti inilah yang mungkin suatu saat nanti akan aku rindukan. Melihat senyum Meimei dan Eomma, kehangatan yang aku rasakan bersama mereka, melewati hari-hari sulit kami dengan tetap penuh semangat. Semua itu akan aku simpan jauh dalam lubuk hatiku yang paling dalam dan meski Tuhan nanti memanggilku, aku ingin kenangan ini tetap abadi hingga masih bisa aku ingat ketika suatu saat aku tidak lagi bersama mereka.
“Eonni-ah, ngomong-ngomong kau tadi dari mana? Tumben kau tidak ingin di antar olehku?” tanya Meimei padaku sambil mulutnya masih sibuk melahap samgyupsalnya.
“Ehm..benar Qiannie, tadi kau dari mana? Sepertinya urusanmu penting, sampai-sampai kau tidak ingin di antar adikmu?” Eomma ikut bertanya.
Aku tidak mungkin memberitahu mereka kalau tadi aku habis dari Dokter.
“Uh..itu, tadi aku habis dari suatu tempat, tidak terlalu penting ko Eomma, hehe…” Aku berbohong dengan senyumku yang di paksakan, aku harap Eomma kali ini tidak menangkap keanehanku ini. Karna naluri eomma terlalu kuat, eomma satu-satunya orang yang tidak bisa aku bohongi di dunia ini.
“Geuraeyo??” eomma menatapku penuh arti.
“Ne..Eomma” jawabku santai berusaha menghindari tatapan mata Eomma.
“Aaaahh..aku sudah kenyang eomma, lihat perutku sudah menggembung, haaaa…” Meimei memegang perutnya setelah kami selesai makan.
“Biar aku yang cuci piring hari ini” ucapku tiba-tiba sambil membereskan piring-piring di meja makan.
“Ne?? Kau yakin Eonni? Ah..baguslah, jadi hari ini aku bebas tugas mencuci piring, hehehe…” Meimei tersenyum riang seperti mendapat undian berhadiah.
“Ya..kau seharusnya tidak boleh membuat eonnimu lelah, kau tahu belakangan ini dia sedang sakit, kau ini bodoh” eomma memukul kepala Meimei dan tentu adikku itu mengerang kesakitan.
“Eomma…appo..” Meimei mengusap kepalanya.
“Anhio eomma, gwaenchana, lagipula aku sudah baikan ko, jadi eomma tidak perlu khawatir, eoh?”
“Keundae…”
“Eomma..kau tenang saja, sebaiknya eomma nonton TV saja dengan Meimei, eoh?”
“Hah..baiklah kalau begitu, kau memang paling bisa membuat eomma tidak bisa menolak keinginanmu” eomma berlalu dengan pasrah.
“Oh ya, tapi kau harus janji satu hal pada eomma” eomma kembali lagi menghampiriku. “Kalau kau sudah merasa lelah, kau harus berhenti mencuci piring, biar adikmu yang melanjutkan, arasso??” eomma menatapku menunggu jawabanku.
“Ne..eomma algeseumnida” jawabku semangat.
Ini baru piring ketiga yang aku cuci, tapi tiba-tiba pandanganku mulai kabur, aku tidak bisa mendengar apapun, kepalaku terasa di pukul oleh puluhan orang dan aku merasakan tubuhku mulai melemas dan aku tidak tahu lagi apa yang terjadi setelah itu.
***
~ Kiss The Rain ~
Tuhan aku tidak ingin melihat air matanya terjatuh karnaku
Aku membuka mataku perlahan, bisa ku rasakan ada kehangatan di tanganku dan ternyata orang pertama yang aku lihat adalah eomma, tapi kenapa wajahnya begitu sedih? Matanya sembab dan tatapannya kosong melihatku.
“Eom..ma” aku mencoba memanggil eomma semampuku meskipun terasa berat.
Eomma menatapku dengan tangannya yang masih menggenggam tanganku kuat. Aku tersenyum dan eomma masih terdiam. Tiba-tiba aku melihat tetesan bening menetes dari kedua matanya, eomma menangis. Apa yang sebenarnya membuat eomma tiba-tiba menangis?? Astaga aku tidak ingin melihat eomma menangis, aku tidak ingin melihat eomma menangis karna aku. Ingin sekali aku mengusap air matanya tapi tanganku terasa kaku untuk di gerakkan dan tubuhku terlalu lemas untuk berdiri. Aku menoleh ke samping dan ku lihat Meimei tertunduk dalam . Matanya juga sembab, bibirnya bergetar menahan air mata yang mungkin sudah lelah menetes.
“Meimei-ah…” aku memanggil adikku tapi sepertinya suaraku tidak keluar.
“Mei..mei-ah” ulangku dan akhirnya Meimei mengangkat kepalanya dan menatapku perlahan.
“Uljima…” ucapku pelan “Kemarilah” aku menyuruhnya mendekat dan dia melangkah ragu mendekatiku.
“Tolong bantu aku mengusap air mata eomma, aku tidak ingin menlihatnya menangis, jebal” aku berbisik di telinganya.
Dan tiba-tiba aku merasakan ada air menetes di pipiku, aku tahu itu air mata adikku. Ku lihat dia cepat-cepat mengusap kedua pipinya yang basah dan menghampiri eomma.
“Eomma..uljimarayo, eonni menyuruh kita jangan menangis” suara Meimei terasa berat sambil tangannya menyeka air mata eomma, dia melakukan apa yang aku suruh.
“Gomawo Meimei-ah” aku tersenyum padanya.
Terdengar suara langkah mendekati kamarku berada sekarang, dan ada yang membuka pintu. Ternyata Dokter dan beberapa Suster datang untuk memeriksaku.
“Annyeong Victoria-ssi, kau sudah sadar?” tanya Dokter padaku dan aku hanya bisa mengangguk mengiyakan.
Yah, aku tahu sepertinya saat aku mencuci piring tadi malam, aku tidak sadarkan diri dan eomma membawaku ke Rumah Sakit ini. Aku juga yakin, saat ini eomma dan juga Meimei pasti sudah tahu tentang penyakitku.
Spinocerebellum Degeneration , kerusakan pada otak yang sedikit demi sedikit akan menyebabkan sang penderitanya kehilangan keseimbangan tubuhnya yang pada akhirnya akan mengalami kelumpuhan dan akan berujung pada kematian. Dan akulah sekarang yang menjadi salah satu dari penderitanya. Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan mengidap penyakit yang sebelumnya tidak pernah aku dengar sampai akhirnya aku merasa aneh karna belakangan ini aku sering tiba-tiba terjatuh dan pandanganku juga sering kabur. Awalnya aku hanya menganggap biasa, tapi sudah 1 minggu hal itu berlangsung dan aku merasakan ada sesuatu yang buruk sampai akhirnya aku memutuskan untuk memeriksakan diriku ke Dokter dan akhirnya Dokter mem-vonis ku mengidap penyakit ini. Aku masih tidak percaya, bahkan aku ingin sekali tidak mempercayainya, tapi inilah kenyataannya.
***
Ini hari ketiga aku di Rumah Sakit ini. Sebenarnya aku ingin sekali pulang, aku tidak ingin eomma mengeluarkan uang banyak untuk membayar biaya Rumah Sakitnya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa saat eomma mengancamku untuk tidak ingin melihatku lagi jika aku bersikeras ingin pulang. Aku tahu ucapan eomma bukan hanya ancaman belaka karna aku tahu eomma selalu melakukan apapun yang di ucapkannya. Yah, tentu saja aku tidak ingin jika tidak melihat eomma di detik-detik terakhir hidupku.
“Eonni-ah, aku datang” Meimei masuk ke kamarku seperti biasa membawa makanan buatan eomma untuk bisa ku makan, karna aku paling tidak suka makanan Rumah Sakit.
“Ah..Meimei-ah, akhirnya kau datang juga” aku senang menyambutnya.
“Ne..eonni, sekarang kau harus makan dulu” Meimei menyimpan rantang di meja dan menyiapkan makan untukku.
“Meimei-ah, setelah aku makan kau mau kan mengantarku ke taman??”
“Ke taman?? Eonni-ah, kau masih sakit, kau masih harus banyak istirahat dan tidak boleh lelah. Aku tidak mau membuatmu sakit lagi seperti kemarin gara-gara aku membiarkanmu cuci piring, akhirnya sekarang kau…”
“Sssstttt….Meimei-ah, jangan bicara seperti itu lagi. Aku tidak suka kau masih menyalahkan dirimu atas kejadian itu. Bukan salahmu aku sakit seperti ini, tapi…semua inilah yang sudah Tuhan tentukan untukku” jawabku setegar mungkin.
Saat Meimei tahu aku mengidap penyakit serius ini, dia sangat shock dan sempat menyalahkan dirinya sendiri karna dia merasa menyesal sudah membiarkanku mencuci piring saat itu hingga membuatku pingsan dan akhirnya ada di Rumah Sakit ini. Aku menyesal, karna sudah membuatnya merasa bersalah, padahal semua itu tentu bukan salahnya. Toh, aku mencuci piring malam itu atau tidak, penyakit yang aku derita ini pada akhirnya akan membuatku tidak berdaya.
“Aku janji aku tidak akan apa-apa. Aku bosan di kamar ini terus, aku ingin menghirup udara segar. Kau mau kan mengabulkan permintaan eonnimu ini, eoh??” aku membuat suarak
ฉัน mencari tanpa , Datang menghampiri
tanpa ชินตา คือ ฉัน mengerti ชินตา คือ mengisi relung hatiku
แต่ฉัน tanpa รู้ว่า , ชินตา คือ เปอร์กี่ meninggalkanku
BERSAMA kenangannya ยาง tersisa di ที่นี่
ยางเท่านั้น bisa กู่ nikmati ใด ๆคาคู merindukannya
~ จูบสายฝน ~
kenapa ทั้งหมด terjadi di เมื่อฉันยังคง ingin merasakan kebahagiaanku ?
วิคตอเรีย POVเพื่อครั้งแรก kalinya aku tersenyum ketika มก. รับ ujian terbesar ใน hidupku . kenapa ? ? ในความเป็นจริงฉันยัง ingin menangis ฉัน ingin berteriak ฉัน , , ingin ที่มาใน tuhan ทําไมเดีย memberiku ujian di เต็งกาห์ kebahagiaan หยางจะกู่ rasakan กับ keluargaku . แต่ฉันรู้ว่า , ถ้าฉัน menangis จนกระทั่ง menangis r Darah ,ถ้าฉัน berteriak จนกระทั่ง kerongkonganku mengering หรือถ้าฉันที่มาที่มาแดน mencaci มากิ tuhan ทั้งหมดคือการ bisa , คุณต้องการ merubah คําสั่งว่า hidupku เท่านั้น bisa กู่ที่ Jari Jari tanganku ด้วย . แดน ฉันเพียงแค่ bisa berharap ถ้า sebelum aku mengakhiri cerita hidupku นี้ ,tuhan จีอีมันนี่ aku a kebahagiaan ยาง bisa aku บาวา ketika malaikat pencabut nyawa การออกกําลังกาย tugasnya padaku kelak .
* * *
" ฉัน pulaaaang . . . . . . . " ucapku semangat เมื่อฉันคลิกที่ ดิ รูมาห์ memakai sendal favoritku
" อ๊า , , qiannie ในที่สุดเกา , pulang ด้วย . แม่คะ เก๋ๆ ที่นี่ที่ , อาหาร kesukaanmu Sudah menyiapkan sayang " แม่คะ memanggilku ดารี พระร่วง มากัน
ตี้ SANA Sudah ADA adikku หยาง Bernama meimei ยังนั่งอยู่มานิส ดิ kursinya sambil menatap ทั้งหมดอาหารหยาง แม่คะ siapkan seolah Dia Sudah ที่ sabar ไปยังในไม่ช้า menyantapnya
" พี่อ่า ppalli wa . . . . . . . ฉัน Sudah lapar NIH . จาก tadi aku menunggumu pulang แม่คะ , ฉันไม่สามารถมากันเป็น dulu ถ้าพี่ยัง pulang " ucap adikku ที่ sabar
" เน่ . . . . . . .เน่ . . . . . . . arasso " jawabku เปอร์กี่ Ke dapur เพื่อ mencuci tanganku .
" meimei อา. . AAA . . . . . . . " ucapku ที่ meimei menyuruhnya membuka mulutnya
" เอ่อ . . . . . . . แม่คะแม่คะ , กระดาษทําด้วยมือที่ได้รับการ enaaaaak ซัมยัพซาลไว้ดิ คัพ , พี่ iA คัน ? ? " meimei memakan ซัมยัพซาลไว้ยัง ฉัน suapkan padanya .
" อืม . . . . . . . ซัมยัพซาลไว้แม่คะจริงๆที่ต้องการการเอ tandingannya " jawabku menyiapkan อีกครั้งซัมยัพซาลไว้เพื่อที่ฉัน suapkan
" แม่คะ แม่คะ . . . . . . . ตอนนี้ giliranmu " แม่คะ membuka mulutnya แดน memakan ซัมยัพซาลไว้ยางฉัน
" gomawo qiannie จีอีมันนี่ . . . . . . . . " jawab แม่คะที่ begitu jelas กรรณะ mulutnya จะ mengunyah
เมื่อชั่วโมงนี่คือมันเป็นยาง บางทีและเมื่อฉัน rindukan Nanti อาค .เห็นเซ็นยัม meimei แดนแม่คะ kehangatan หยาง , ฉัน rasakan BERSAMA พวกเขา , melewati ฮารี ฮารีซูลิตเรา ด้วย tetap penuh semangat . ฉันต้องการทั้งหมดคือ simpan ได้จากระยะไกลในลู hatiku ยางส่วนใหญ่ในแดน meski tuhan Nanti memanggilku มก. , ingin เกนันกังนี้ tetap Abadi hingga ยังคง bisa aku จํา ketika และเมื่อฉันไม่อีกครั้ง BERSAMA พวกเขา
" พี่อ่าngomong ngomong เกา tadi ดารีมานะ ? tumben เกาที่ ingin ดิ แอนเทอร์ olehku ? " ธัญญ่า meimei padaku sambil mulutnya ยังคง sibuk melahap samgyupsalnya
" เอ่อ . . . . . . . ขวา qiannie tadi , ลุลา ดารี มานะ ? sepertinya urusanmu มันเป็นสิ่งสําคัญ , คลิกที่ คลิกที่เกา ingin ดิ แอนเทอร์ adikmu ? " แม่คะ ikut ทรงถาม
ฉันไม่มีทาง memberitahu พวกเขา kalau tadi aku habis ดารี dokter .
" . . . . . . . . . . . . . ,tadi aku habis ดารี และสถานที่ที่มากเกินไป , สิ่งสําคัญ เกาะแม่คะ , hehe . . . . . . . " ฉัน berbohong กับ senyumku หยางตี้ paksakan aku ด้านหน้าแม่คะ , กาลีนี้ไม่ menangkap keanehanku INI แม่คะแม่คะกวดกรรณะ naluri มากเกินไป , a satunya คนยางไม่ bisa aku bohongi di Dunia ini .
" geuraeyo ? " แม่คะ menatapku penuh กิ
" เน่ . . . . . . . แม่คะ " jawabku Santai berusaha menghindari tatapan mata แม่คะ
" แม่คะ . . . . . . . ฉัน aaaahh Sudah kenyang View , perutku Sudah menggembung haaaa , . . . . . . . " meimei memegang perutnya หลังจากเรา selesai มากัน
" เบียร์ฉันยัง cuci piring วันนี้ " ucapku อายุรเวทอายุรเวท sambil membereskan piring piring di ตารางมากัน
" " ? พี่ลุลายักอิน ? อ่า . . . . . . . baguslah , ดังนั้น วันนี้ฉัน bebas tugas mencuci piring ฮะๆๆ . . . . . . . " meimei tersenyum เรียงเป็นจะได้รับ undian berhadiah
" นี่ . . . . . . .ขอ seharusnya ที่สามารถ membuat eonnimu lelah ลุลา , รู้ว่า belakangan นี้เขาจะ sakit เกานี้ , ทํา " แม่คะ kepala meimei แนวทางแดนแน่นอน adikku ITU mengerang kesakitan
" แม่คะ . . . . . . . . . . . . . " appo meimei mengusap kepalanya .
" anhio gwaenchana แม่คะ , , lagipula aku Sudah baikan โก ดังนั้นแม่คะไม่จําเป็นต้อง khawatir EOH , ? "
" keundae . . . . . . . "
" แม่คะ . . . . . . . ขอ เทนังคนเดียว ,sebaiknya แม่คะ Nonton ทีวีคนเดียวกับ meimei EOH , ? "
" เฮ้อ . . . . . . . baiklah kalau begitu เกาที่ได้รับการ bisa , membuat แม่คะที่ bisa menolak keinginanmu " แม่คะ berlalu กับ pasrah
" อ่อ แต่เกาควรจะ Promise ซาตูฮาลที่แม่คะ " แม่คะที่ยัง menghampiriku . " kalau ลุลาลุลา lelah Sudah merasa , ควรจะ berhenti mencuci piring เบียร์ adikmu melanjutkan arasso , ยาง , ? ?" แม่คะ menatapku menunggu jawabanku
" เน่ . . . . . . . แม่คะ algeseumnida " jawabku semangat
นี้ใหม่ piring ketiga ยางฉัน cuci ตาปี อายุรเวท , อายุรเวท pandanganku เริ่มต้น kabur aku , ที่ bisa mendengar apapun kepalaku , เทเรซา ดิปุกูล โดย puluhan คนแดนฉัน merasakan tubuhku เริ่มต้น melemas แดนฉันไม่รู้อีกครั้งในยาง terjadi หลังจากไอทียู .
* * *
~
~ จูบสายฝนtuhan aku ที่ ingin เห็นอากาศ matanya terjatuh karnaku
ฉัน membuka mataku perlahan bisa กู่ rasakan ADA , kehangatan di tanganku แดน ternyata คนแรกยาง aku View คือ แม่คะ , แต่ kenapa wajahnya begitu sedih ? matanya sembab แดน tatapannya โกซง melihatku
" ออม . . . . . . . มา " ฉัน mencoba memanggil แม่คะ
semampuku อย่างไรก็ตามเทเรซ่าเปิด .แม่คะ menatapku กับ tangannya ยางยังคง menggenggam tanganku กวด . ฉัน tersenyum แดนแม่คะยังคง terdiam . อายุรเวทอายุรเวท aku เห็น tetesan Bening menetes ดารีเกอดูวา matanya แม่คะ , menangis . อาภา ยัง ในความเป็นจริง membuat อายุรเวทอายุรเวท menangis แม่คะ ? ? astaga aku ที่ ingin เห็นแม่คะ menangis aku , ที่ ingin เห็นแม่คะ menangis กรรณะฉัน .ingin ก่อนอื่นฉัน mengusap อากาศ matanya ตาปี tanganku เทเรซา คาคุ เพื่อให้ ดิ gerakkan แดน tubuhku มากเกินไป lemas เพื่อ berdiri . ฉัน menoleh เค่อ คนแดนกู่ View meimei tertunduk NO . matanya ยัง sembab bibirnya bergetar , menahan อากาศ Mata ยางบางที Sudah lelah menetes .
" meimei อ่า . . . . . . . " ฉัน memanggil adikku ตาปี sepertinya suaraku ที่ออก
" เมย์ . . . . . . .เมย์อา " ulangku แดนในที่สุด meimei mengangkat kepalanya แดน menatapku perlahan uljima .
" . . . . . . . " ucapku pelan " kemarilah " ฉัน menyuruhnya mendekat แดนเขา melangkah รากู mendekatiku
" ฉัน mengusap tolong เป่าอากาศ Mata แม่คะฉัน ingin menlihatnya menangis , ที่ , ฉัน jebal " วันก่อน ดิ telinganya
แดนอายุรเวทอายุรเวท merasakan มก. อากาศ menetes ดิฉัน pipiku ADA , รู้ว่า ITU อากาศ Mata adikku .กู View วันที่ที่ mengusap เกอดูวา pipinya ยาง basah แดน menghampiri
" แม่คะ แม่คะ . . . . . . . uljimarayo พี่ menyuruh คิตะฉางอาน menangis " เสียง meimei เทเรซา เปิด sambil tangannya menyeka Air Mata แม่คะ , เขา melakukan อาภา หยาง ฉัน suruh .
" gomawo meimei อ่า " ฉัน tersenyum padanya
terdengar เสียงขั้นตอน mendekati kamarku ไม่ได้อยู่ตอนนี้ แดนเอยาง membuka ปินตู .ternyata dokter แดนบาง suster ต้าถังเพื่อ memeriksaku
" annyeong วิคตอเรีย ชี , ลุลา Sudah ซาดา ? " ธัญญ่า dokter padaku แดนฉันเท่านั้น bisa mengangguk mengiyakan
นี่ ฉันรู้ว่า sepertinya เมื่อฉัน mencuci piring คืนฉัน tadi , ที่ sadarkan ดิริแดนแม่คะ membawaku เกรูม sakit INI ฉันยังแน่ใจ , วินาทีนี้แม่คะแดนยัง meimei อย่างแน่นอน Sudah รู้ว่าเกี่ยวกับ penyakitku .
การแปล กรุณารอสักครู่..
